Archive for Januari 2022

KOMPAS.com - Setiap makhluk hidup membutuhkan tempat tinggal. Lingkungan tempat makhluk hidup tinggal biasa disebut habitat. Lingkungan adalah satu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam. Seperti tanah, air, energi surya, mineral. Kemudian flora dan fauna yang ada di atas tanah, di dalam tanah maupun di perairan. Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dalam lingkungannya, setiap makhluk hidup tidak akan bisa hidup sendiri tapi bergantung pada makhluk hidup lain dam sumber daya alam. Baca juga: Pengaruh Interaksi Sosial Dengan Berbagai Lembaga Ada hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan, baik lingkungan yang berupa makhluk hidup atau dengan benda tak hidup. Hubungan itu akan membentuk timbal balik yang kompleks. Makhluk hidup dengan lingkungannya yang saling berhubungan di alam, biasa di sebut dengan ekosistem, dan di alam terdapat bermacam-macam ekosistem. Ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya Komponen lingkungan Dalam pembentukan ekosistem terdapat dua komponen, yakni: Komponen biotik (makhluk hidup) Komponen abiotik (makhluk tidak hidup). Berikut penjelasannya: 1. Komponen Biotik Komponen biotik ini merupakan semua makhluk hidup yang ada di dalam lingkungan. Seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Makhluk hidup pada komponen tersebut memiliki kedudukan dan peran masing-masing dalam lingkungan. Mereka juga dapat memengaruhi komponen abiotik lainnya. Dalam komponen biotik dibedakan menjadi tiga peranan, yakni: Produsen Konsumen Penguraian Berikut penjelasannya: 1. Produsen Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan zat makanan yang diperlukan makhluk hidup lain. Tugas tersebut diperankan oleh makhuk hidup yang mempunyai klorofil (zat hijau daun) yaitu tumbuhan hijau. Tumbuhan mensintesis atau membuat zat makanan menggunakan bahan karbondioksida (CO2) dan air (H2O) dengan bantuan cahaya matahari. 2. Konsumen Konsumen merupakan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri (organisme heterotrof). Konsumen akan bergantung pada makhluk hidup lain untuk makanannya. 3. Penguraian Penguraian ini bertugas membusukkan dan menguraikan hewan dan tumbuhan yang telah mati. Makhluk hidup yang berperan sebagai pengurai antara lain cacing, bakteri dan jamur. Proses penguraian sangat penting untuk menjaga stabilitas ekosistem dengan mengurai zat-zat sisa menjadi unsur hara yang akan diserap oleh tanah. Baca juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Syarat, Ciri, Jenis, dan Faktornya Komponen Abiotik Komponen abiotik merupakan benda tidak hidup yang ada di dalam lingkungan. Keberadaan komponen tersebut sangat memengaruhi jenis makhluk hidup yang menempati suatu lingkungan. Beberapa Komponen abiotik antara lain: Cahaya matahari, ini adalah sumber utama energi untuk semua makhluk hidup di bumi. Udara, dalam udara ada berbagai jenis gas, seperti oksigen, hidrogen, karbon dioksida dan nitrogen. Air, semua makhluk hidup di bumi membutuhkan air untuk bertahan hidup. Suhu, merupakan salahsatu komponen penting bagi makhluk hidup di bumi. Pola interaksi Setiap makhluk hidup akan melakukan interaksi dengan makhluk hidup lain. Itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya. Ada beberapa pola interaksi yang dapat terjadi pada makhluk hidup, yakni Persaingan (kompetisi) Pemangsaan (predasi) Kerjasama (simbiosis) Antibiosis Berikuat penjelasannya: 1. Persaingan Persaingan akan terjadi pada makhluk hidup yang membutuhkan bahan makanan. Persaingan satu pola interaksi yang menyebabkan kerugian bagi salah satu pihak yang kalah bersaing. 2. Predasi Pradasi merupakan selain melakukan persaingan. Makhluk hidup akan mendapatkan makanan dengan memangsa makhluk hidup lain. Contohnya, singa yang memakan kijang zebra, atau rusa. Baca juga: Kembangkan Interaksi dan Kreativitas Warga dengan Ruang Publik 3. Simbiosis Simbiosis adalah beberapa makhluk hidup yang hidup berdampingan tanpa melakukan persaingan atau predasi. Simbiosis merupakan pola interaksi antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis dalam suatu lingkungan. Dalam simbiosis antara dua jenis makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yakni simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. 4. Antibiosis Antibiosis adalah interaksi antara makhluk hidup, di mana makhluk hidup yang satu menghambat kehidupan dan pertumbuhan makhluk hidup lain.

sumber:https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/20/120000069/interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan?page=all

INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN

KOMPAS.com - Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan keturunannya. Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda, seperti sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteria dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti nukleus). Sel prokariotik memiliki bahan-bahan dalam sel tetapi tidak diselubungi membran inti. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Sel Eukariotik (Yunani, eu berarti sejati atau sebenarnya) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membrane inti. Baca juga: Jenis Organel Sel Beserta Fungsinya Sel Prokariot strukturnya lebih sederhana dari pada struktur sel eukariota  karena tidak mempunyai organel  terbungkus membran. Pembatas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar, yang biasanya mirip jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel gerak), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaannya.  Perbesar Struktur Sel Prokariotik (Dok. Dewi Markiah)                 Sel eukariot umumnya jauh lebih besar dari sel prokariot. Selain membran plasma di permukaan luarnya, sel eukariot memiliki membran internal yang ekstensif dan tertata secara rumit, yang membagi sel menjadi kompartemen-kompartemen (organel). Kompartemen-kompartemen memberikan lingkungan lokal yang berbeda yang memfasilitasi fungsi metabolik spesifik. Sehingga proses-proses yang tidak kompatibel dapat berlangsung bersamaan dalam suatu sel. Baca juga: 10 Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Membran plasma dan membran organel juga berpartisipasi langsung dalam metabolisme sel, sebab banyak enzim yang terdapat dalam membran tersebut. Ukuran sel sangat kecil, sehingga kamu hanya dapat mengamatinya dengan bantuan mikroskop. Makhluk hidup ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) contohnya bakteri dan amoeba. Ada juga makhluk hidup yang tersusun oleh banyak sel (multiseluler), contohnya cacing, manusia, dan tumbuhan. Meskipun sel yang menyusun tubuh makhluk hidup beraneka ragam, sesungguhnya struktur dasar sel hampir sama. Organel-organel sel Setiap sel tersusun atas membran sel, protoplasma, dan inti sel. Protoplasma merupakan cairan sel yang di dalamnya terlarut berbagai bahan organik dan anorganik. Pada protoplasma terdapat organela-organela dan inti sel. Membran sel Membran sel atau membran plasma merupakan batas antara bagian luar dan dalam sel, berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat dan pelindung sitoplasma. Melalui membran sel ini berbagai zat seperti oksigen dan zat makanan masuk ke dalam sel, sedangkan zat sisa keluar dari dalam sel.  Baca juga: Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik Protoplasma Protoplasma merupakan cairan sel (plasma sel) yang bersifat koloid karena partikel yang terlarut di dalamnya berukuran 0,001 – 0,1 µm. Protoplasma dibedakan atas nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma adalah cairan yang ada pada inti sel, sedangkan sitoplasma berada di antara membran sel dan membran inti. Komponen sitoplasma terbesar adalah air (± 80 – 90 persen) dan bahan-bahan terlarut seperti karbohidrat, protein, lemak, dan garam-garam mineral.  Inti sel (nukleus) Inti sel umumnya terletak di tengah-tengah sel, berbentuk oval atau bulat. Fungsinya sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam inti sel terdapat kromosom yang gen-gennya berperan dalam menentukan sifat keturunan (hereditas). Guna melangsungkan proses-proses kehidupannya, sel memiliki organela-organela sel yang berada pada sitoplasma dan masing-masing menjalankan fungsi yang berbeda-beda.

sumber:https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/21/130000469/sel-sebagai-unit-struktural-dan-fungsional-kehidupan?page=all
sumber:https://yusnahwaiting.wordpress.com/2017/11/30/sel-sebagai-satuan-struktural-dan-fungsional-organisme/

Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan

- Copyright © Website Feorenza Deven Rafay Afendi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -